Thursday, 8 January 2015

OBAT SALURAN PERNAPASAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Obat saluran nafas atau obat yang bekerja pada sistem pernafasan terbagi dari 3 golongan yaitu :
  1. Obat saluran nafas golongan antiasma/ obat asma dan PPOK
Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; dimana penyempitan ini bersifat sementara.
PPOK singkatan dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis, artinya penyakit paru yang menghambat kerja paru-paru secara normal yang menahun. Dua bentuk utama dari penyakit PPOK ialah Bronkhitis kronis dan Emfisema, Pada kenyataannya kedua bentuk itu sering bersamaan dan disebut sebagai Bronkhitis – Emfisema.
Bronkhitis Kronis maksudnya adalah peradangan saluran napas kronis ditandai dengan batuk berdahak minimal tiga bulan dalam setahun, sekurang-kurangnya dua tahun berturut-turut dan bukan disebabkan oleh penyakit lain.Sedangkan Emfisema adalah pelebaran gelembung-gelembung paru disertai kerusakan dindingnya sehingga beberapa gelembung paru menjadi satu.
Keluhan dan gejala utama PPOK adalah sesak napas yang menetap dan makin lama makin berat. Gambaran kliniknya, biasanya orang berusia di atas 45 tahun dengan riwayat merokok atau bekas perokok dan merasa cepat capai bila berjalan cepat, naik tangga. Pada penderita PPOK yang sudah berat dapat dilihat pada dada yang menggembung (seperti gentong) dan batuk yang selalu bereak.
Bentuk sediaan obat saluran nafas untuk asma dan PPOK saat ini sudah sangat beragam sehingga lebih memudahkan dan meningkatkan kedisiplinan penggunanya. Mulai dari tablet atau kapsul lepas lambat, inhaler, diskhaler, rotahaler bahkan ada yang tetes untuk bayi bagi yang tidak punya alat nebulizer.
Untuk permasalahan batuk dan pilek, banyak sekali sediaan obat saluran nafas golongan ini dan mereknya yang dijual bebas di pasaran Indonesia. Sehingga dibutuhkan ketelitian pembeli dalam memilih obat saluan nafas ini. Yang perlu diperhatikan adalah jenis batuk penderita apakah batuk kering atau batuk berdahak.
Untuk masalah pilek yang perlu diperhatikan apakah yang mengandung zat yang mengurangi konsentrasi atau tidak, saat ini sudah ada dalam satu kemasan dua macam obat untuk waktu beraktivitas dan waktu istirahat.
Obat saluran nafas golongan dekongestan digunakan dengan tujuan untuk memperlancar pernafasan di hidung. Bentuk sediaan yang tersedia bisa tablet lepas lambat, sirup dan drop, balsam, inhaler, tetes hidung atau semprot hidung. Untuk pemakaian semprot hidung baiknya konsultasi dulu ke dokter.
Untuk pemilihan obat saluran nafas yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter .

B.   RUMUSAN MASALAH
1.    Sebutkan macam-macam obat saluran pennapasan?
2.    Bagaimana cara kerja obat saluran pernapasan?
3.    Indikasi dan kontraindikasi penggunaan obat saluran napas.
4.    Efek samping dari cara kerja obat saluran pernapasan?
5.    Dosis yang digunakan obat saluran pernapasan?
6.    Cara mengatasi obat saluran pernapasan?
C.   TUJUAN
1.    Mengetahui macam-macam obat saluran pennapasan?
2.    Mengetahui cara kerja obat saluran pernapasan?
3.    Mengetahui indikasi dan kontraindikasi penggunaan obat saluran napas.
4.     Mengetahui efek samping dari cara kerja obat saluran pernapasan?
5.    Mengetahui dosis yang digunakan obat saluran pernapasan?
6.    Mengetahui cara mengatasi obat saluran pernapasan?






BAB II
PEMBAHASAN
A.   PENGERTIAN OBAT SALURAN PERNAPASAN
Obat saluran pernapasan adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan seperti penyakit asma, bronchitis kronis, dan emfisema paru dan batuk.
B.   MACAM-MACAM OBAT SALURAN PERNAPASAN
Adapun macam obat saluran pernapasan adalah sebagai berikut:
Ambroxol
 30 mg
Asmasolon Tablet
Asthma-Soho

Avelox


Cooling
 5 15 ml


DOXYCYLINE
Mixagrip


Neo 
Napacin
Pehatifen Sirup
Pehatifen Tablet
Prinasma
Rulid
Spiramycin 250 mg



Spiramycin Dexamedica





C.   CARA KERJA OBAT
DOXYCYCLINE
DOXYCYCLINE adalah antibiotika dengan aktivitas antimikroba yang luas. Efektif terhadap bakteri Gram-negatif, seperti Sterptococcus, Staphylococcus, Bacillus anthracis, Brucella spp., Mycoplasma, Klebsiela spp., Treponema pallidum, Rickettsia.
DOXYCYCLINE diabsorpsi dengan cepat dan baik dari saluran pencernaan dan tidak tergantung dari adanya makanan.
DOXYCYCLINE diekskresi melalui urin dan feses.
SPIRAMYCIN 250 mg DAN SPIRAMYCIN DEXAMEDICA

Spiramisin adalah antibiotik makrolida yang dihasilkan oleh Streptomyces ambofaciens yang bekerja dengan cara menghambat sintesa protein bakteri. Spiramisin efektif terhadap kuman stafilokokus, streptokokus, pneumokokus, Bordetella pertusis.

     D.  INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI OBAT
Indikasi:
Penyakit saluran napas akut dan kronis yang disertai sekresi bronkial yang abnormal, khususnya pada eksaserbasi dan bronkitis kronis, bronkitis asmatik, asma bronkial.
Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap ambroksol.
Indikasi:
Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.

Kontra Indikasi:
- Penderita hipersensitif terhadap obat ini
- Penderita tukak lambung, hipertyroid, jantung, diabetes, hipertensi.

Indikasi:
Meredakan sakit tenggorokan, nyeri akibat sariawan, iritasi ringan pada mulut, tenggorokan dan bibir.

Kontra Indikasi:
N/A

Indikasi:
Untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin.

Kontra Indikasi:
- Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat
- Penderita dengan hipersensitif terhadap komponen obat ini
Indikasi:
Untuk mencegah asma bronkial.

Kontra Indikasi:
N/A
Indikasi:
Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.

Kontra Indikasi:
Pasien yang diketahui hipersensitif terhadap derivat aktif yang terkandung dalam obat ini, penderita tukak lambung, hipertiroid, jantung, diabetes dan hipertensi.

Indikasi:
Spiramisin digunakan untuk infeksi saluran napas, seperti tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia, sinusitis dan otitis media.

Kontra Indikasi:
Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap spiramisin atau antibiotik makrolida lainnya.

Indikasi:
Mengatasi serangan asma dan sesak nafas

Kontra Indikasi:
- Penderita yang hipersensitif terhadap theophyllin dan ephedrin
- Penderita tukak lambung, hipertyroid, penyakit jantung, diabets, dan hipertensi.

Indikasi:
Eksaserbasi akut bronkitis kronik, pneumonia di masyarakat (bukan penularan di rumah sakit), sinusitis bakterial akut (didiagnosa secara akurat).

Kontra Indikasi:
Hipersensitif dengan setiap komponen tablet/infus atau kuinolon lainnya, kehamilan dan menyusui, anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh, pasien dengan riwayat penyakit/kelainan tendon akibat terapi kuinolon, perpanjangan QT yang didapat maupun kongenital, gangguan elektrolit khususnya hipokalemia, bradikardia yang relavan secara klinis, gagal jantung dengan pengurangan fraksi ejeksi ventrikel kiri yang relevan secara klinis, riwayat aritmia asimtomatik.

Doxyciline
Indikasi:
Infeksi saluran pernafasan, seperti pneumonia, bronkitis, tonsilitis, nasofaringitis.
Infeksi uroginetal, infeksi saluran pencernaan, infeksi pada kulit dan jaringanlunak.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap tetrasiklin.

Neo Napacin
Indikasi:
Meringankan sesak nafas.

Kontra Indikasi:
- Penderita hipertensi, jantung dan diabetes
- Jangan diberikan 12 jam setelah pemberian secara rektal preparat lain yang mengandung Teophyllin dan Epedrine.
- Penderita Hipersensitif terhadap obat ini.

Indikasi:
Untuk mencegah asma bronkial.

Kontra Indikasi:
N/A


Rulid
Indikasi:
Infeksi saluran nafas atas dan bawah, kelamin (kecuali gonokokal), kulit dan jaringan lunak. Pencegahan meningitis meningokok.

Kontra Indikasi:
Kombinasi dengan ergotamin atau dihidroergotamin. Alergi.
Indikasi:
Spiramisin digunakan untuk infeksi saluran nafas, seperti tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia, sinusitis, otitis media dan toksoplasmosis.

Kontra Indikasi:
Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap spiramisin atau antibiotik makrolida lainnya.

E.DOSIS YANG DIGUNAKAN
Ambroxol 30 mg
Dosis:
Dewasa: sehari 3 kali 1 tablet.
Anak-anak 5 - 12 tahun : sehari 3 kali 1/2 tablet.
Anak-anak 2 - 5 tahun : sehari 3 kali 7,5 mg
Anak-anak di bawah 2 tahun : sehari 2 kali 7,5 mg

Dosis dapat dikurangi menjadi 2 kali sehari, untuk pengobatan yang lama.
Harus diminum sesudah makan.
Pehatifen Sirup
Dosis:
Dewasa: 2 x sehari 1 sendok teh setelah makan pagi dan malam.
Bila perlu dosis dapat dinaikkan menjadi 2 x sehari 2 sendok teh.
Anak 3 tahun atau lebih: 2 x sehari 1 sendok teh setelah makan pagi dan malam, penderita yang mudah mengalami sedasi dianjurkan mulai pengobatan dengan 1x sehari 1/2–1 sendok teh di malam hari selama beberapa hari pertama.
Anak 1–3 tahun: 2x sehari 1/2 sendok teh.

Prinasma
Dosis dan Aturan Pakai:
Dewasa:3 kali sehari 1 tablet.
Anak-anak 6 - 12 tahun: 3 kali sehari 1/2 tablet atau menurut petunjuk dokter.

 Spiramycin 250 mg
Dosis:
Dewasa : Sehari tiga kali 500 mg, selama 5 hari. Pada infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 3.000 mg/hari.
Anak-anak : Sehari 50-100 mg/kg berat badan terbagi dalam 2-3 dosis

           Avelox

Dosis dan Cara Pemberian:
Dosis anjuran untuk moxifloxacin adalah 400 mg satu kali sehari. Cairan infus harus digunakan secara intravena selama 60 menit.

          Doxiline

Dosis:
- Anak-anak > 8 tahun dengan berat badan < 45 kg:
4.4 mg/kg berat badan per hari dengan interval 12 jam pada hari pertama, selanjutnya 2.2 mg/kg berat badan per hari.
- Dewasa dan anak-anak > 8 tahun dengan berat badan >= 45 kg:
200 mg setiap 12 jam pada hari pertama, selanjutnya 100 mg per hari.
Pada kasus infeksi berat, baik pada orang dewasa maupun anak-anak, dosis awal dapat diberikan setiap 12 jam selama diperlukan.
Pengobatan harus dilanjutkan paling sedikit 24 jam sampai 48 jam setelah tanda-tanda dan gejala reda. Pada infeksi Streptococcus, pengobatan harus dilanjutkan peling sedikit 10 hari. Atau menurut petunjuk dokter.

Pehatifen Tablet
Dosis:
Dewasa: 2 x sehari 1 tablet setelah makan pagi dan malam.
Anak 3 tahun atau lebih: 2 x sehari 1 tablet setelah makan pagi dan malam, penderita yang mudah mengalami sedasi dianjurkan mulai pengobatan dengan 1x sehari 1/2–1 tablet di malam hari selama beberapa hari pertama.
Anak 1–3 tahun: 2x sehari 1/2 tablet.
 Rulid
Dosis:
Dewasa: 150 mg dua kali sehari.
Anak 20 - 40 kg: 100 mg dua kali sehari.

           Spiramycin Dexamedica
Dosis:
Dewasa:
500 mg, 3 x sehari selama 5 hari. Pada infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 3000 mg/hari.
Anak-anak:
Sehari 50-100 mg/kg berat badan terbagi dalam 2-3 dosis.
F.    EFEK SAMPING DAN CARA MENGATASINYA

Ambroxol 30 mg

Efek Samping:
Ambroksol umumnya ditoleransi dengan baik.
Efek samping yang ringan pada saluran pencernaan dilaporkan pada beberapa pasien. Reaksi alergi.

Cara Mengatasinya:
Pemakaian pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan.
Pemakaian selama menyusui keamanannya belum diketahui dengan pasti
.  Simpan pada suhu kamar (di bawah suku 30 derajat Celcius) dan tempat kering, terlindung dari cahaya.

Prinasma
Efek Samping:
Untuk pasien-pasien tertentu dapat ditemukan perasaan berdebar-debar, gelisah dan susah tidur.
- Gastrointestinal, misal: mual, munta, diare.
- Susunan saraf pusat, misal: sakit kepala dan insomnia.
- Kardiovaskuler, misal: palpitasi. takikardia, aritmia ventrikuler.
- Pernafasan, misal: takipnea.
- Rash, hiperglikemia.

Cara Mengatasinya:
Jangan melapaui dosis yang dianjurkan dan bila gejala-gejala masih tetap atau bertambah buruk konsultasikan ke dokter.
Bersihan Teofilin berkurang pada penderita kerusakan fungsi liver, penderita di atas 55 tahun terutama pria, pada penyakit paru kronik dan pada bayi di bawah 1 tahun.
Spiramycin 250 mg dan Spiramycin Dexamedica

Efek Samping:
Efek samping yang serius dari spiramisin sangat jarang. Mual, muntah, diare, nyeri epigastrik, ruang kulit dan urtikaria adalah efek samping yang biasanya muncul pada pemberian oral.

Cara Mengatasinya:
Spiramisin harus diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan hati karena dapat menyebabkan hepatotoksik.

Spiramisin tidak dianjurkan untuk ibu menyusui dan pada trimester pertama kehamilan.

Hati - hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal.

Keamanan penggunaan pada bayi dan neonatus belum diketahui dengan pasti.

          Avelox
Efek Smping:
Nyeri abdomen, sakit kepala, reaksi di tempat injeksi (misalnya edema, hipersensitif, inflamasi, nyeri), nausea, diare, muntah, dispepsia, tes fungsi hepar abnormal, pada pasien hipokalemia atau hipokalsemia: perpanjangan QT, perubahan indera pengecapan, pusing
.

          Doxycyline

Efek Samping:
Kecil kemungkinan timbulnya toksisitas yang disebabkan oleh Doxycycline, gangguan pada saluran pencernaan, termasuk mual, muntah dan diare. Diare lebih jarang terjadi dibandingkan dengan tetrasiklin lainnya. Juga dapat timbul reaksi fotosensitivitas dan reaksi alergi seperti dermatitis, urtikaria dan anafilaksis.

Cara Mengatasinya:
- Sebaiknya Doxycycline tidak diberikan pada wanita hamil, menyusui dan anak-anak di bawah umur 8 tahun.
- Antasida yang mengandung aluminium, kalsium dan magnesium akan mengurangi absorpsi Doxycycline dan sebaiknya tidak diberikan bersama-sama.
- Pemakaian dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan terjadinya superinfeksi mikroba yang tidak sensitif.


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN

obat saluran pernapasan merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan, diantaranya penyakit bronchitis kronis, dan emfisema paru.  Adapun berbagai macam obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yaiti diantaranya: Ambroxol 30 mg, astma soho, avelox, asmasolon tablet, mixagrip, prinasma, ruled, neo napacin, dan sebagainya. Setiap obat tersebut memiliki dosis, cara kerja, indikasi dan kontra indikasi, efek samping, serat cara mengatasi obat yang berbeda.

B.   SARAN
Penanganan penyakit  harus disesuaikan dengan penyebabnya. Apakah karena alergi, infeksi virus, atau kelainan fisiologis lain. Untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai obat tersebut tidak sesuai dengan penyakit yang diderita, karena tidak sesuai dengan dosis, atau karena hal-hal lain yang bisa membahayan kita. Oleh karena itu melalui makalah ini kami menyarankan agar berhati-hati untuk memilih obat. Khususnya untuk obat saluran pernapasan yang sangat banyak macamnya.




DAFTAR PUSTAKA

Sumber lain:
http://www.google.com/macam obat saluran pernapasan.
http://www.google.com/penyakit saluran pernapasan.


















No comments:

Post a Comment