TUGAS
EPIDEMIOLOGI
Nama : Kangen Water
Nim : 085756624419
Kelas : III B Keperawatan
1.
Epidemiologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit atau masalah kesehatan
serta faktor yang mempengaruhi kesehatan pada sekelompok manusia.
2.
Sejarah
epidemiologi:
Epidemiologi pada mulanya diartikan sebagai studi tentang epidemi. Hal
ini berarti bahwa epidemiologi hanya mempelajari penyakit-penyakit menular
saja, tetapi dalam perkembangan selanjutnya epidemiologi juga mempelajari
penyakit-penyakit non infeksi, sehingga dewasa ini epidemiologi dapat diartikan
sebagai studi tentang penyebaran penyakit pada manusia di dalam konteks
lingkungannya.
Epidemiologi juga mencakup studi tentang pola-pola penyakit serta pencarian
determinan-determinan penyakit tersebut. Dapat disimpulkan bahwa epidemiologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit serta
determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut.
Epidemiologi merupakan
ilmu yang telah dikenal lewat catatan sejarah pada zaman dahulu kala dan bahkan
berkembang bersamaan dengan ilmu kedokteran karena kedua disiplin
ilmu ini berkaitan satu sama lainnya. epidemiologi dalam pelaksanaan program
pencegahan dan pemberantasan penyakit butuh ilmu kedoteran seperti ilmu faal,
biokimia, patologi, mikrobiologi dan genetika.
Perbedaan antara ilmu kedokteran dengan ilmu epidemiologi
terletak pada cara penanganan masalah kesehatan. Ilmu kedokteran menekankan
pada pelayanan kasus demi kasus sedangkan epidemioogi menekankan pada
kelmpok individu. Oleh karena itu, selain membutuhkan ilmu kedokteran,
epidemiologi juga membutuhkan disiplin lmu-ilmu lain seperti
demografi, sosiologi, antropologi, geologi, lingkungan fisik, ekonomi,
budaya dan statiska.
Dalam perkembangan ilmu epidemiologi sarat dengan
hambatan-hambatan karena belum semua ahli bidang kedokteran setuju metode yang
di gunakan pada epidemioogi. Hal ini disebabkan karena perbedaan paradigma
dalam menangani masalah kesehatan antara ahli pengobatan dengan metode
epidemiologi terutama pada saat berlakunya paradigma bahwa penyakit
disebabkan oleh roh jahat.
Keberhasilan menembus paradigma tersebut berkat perjuangan
yang gigih para ilmuwan terkenal di kala itu. Seperti sekitar 1000 SM Cina dan
India telah mengenalkan variolasi, Abad ke 5 SM muncul Hipocrates
yang memperkenalkan bukunya tentang air,water and places, selanjutnya
Galen melengkapi dengan faktor atmosfir, faktor internal serta faktor
predisposisi. Abad 14 dan 15 terjjadi karantina berbagai penyakit yang di
pelopori oleh V. Fracastorius dan Sydenham, selanjutnya pada tahun 1662 John
Graunt memperkenalkan ilmu biostat dengan mencatata kematian PES & data
metriologi. Pada tahun 1839 William Farr mengembangkan analisis statistik,
matematik dalam dengan epidemiologi
mengembangkan sistem pengumpulan data rutin tentang jumlah dan penyebab
kematian dibandingkan pola kematian antara orang-orang yang menikah dan tidak,
dan antara pekerja yang berbeda jenis pekerjaannya di inggris. Upaya yang telah
dilakukan untuk mengembangkan sistem pengamatan penyakit secara terus menerus
dan menggunakan informasi itu untuk perencanaan dan evaluasi program telah
mengangkat nama William Farr sebagai the founder of modern epidemiology.
Selanjutnya pada tahun 1848, John Snow menggunakan metode
epidemiologi dalam menjawab epidemi cholera di London, Kemudian berkembang
usaha vaksinasi, analisis wabah, terakhir penggunaan metode pada penyakit
keracunan dan kanker. Perkembangan epidemiologi surveilans setelah perang dunia
II disusul perkembangan epidemiologi khusus. hal yang sama juga dilakukan
Edwin Chadwik Pada tahun 1892 yaitu melakukan riset tentang masalah
sanitasi di inggeris, serta Jacob henle, robert koch, Pasteur mengembangkan
teori kontak penularan.
Dari tokoh-tokoh tersebut paling tidak telah meletakkan
konsep epidemiologi yang masih berlaku hingga saat ini. Konsep-konsep tersebut antara lain:
1.
Pengaruh lingkungan terhadap kejadian suatu penyakit
2.
Penggunaan data kuantitatif dan statistik
3.
Penularan penyakit
4.
Eksprimen pada
manusia
Di dalam
perkembangan batasan epidemiologi selanjutnya mencakup sekurang-kurangnya
3 elemen, yakni :
a.
Mencakup semua penyakit
Epidemiologi mempelajari semua penyakit, baik penyakit infeksi maupun
penyakit non infeksi, seperti kanker, penyakit kekurangan gizi (malnutrisi),
kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja, sakit jiwa dan sebagainya.
Bahkan di negara-negara maju, ini epidemiologi juga kegiatan pelayanan
kesehatan.
b.
Populasi
Apabila
kedokteran klinik berorientasi pada gambaran-gambaran dari penyakit-penyakit
individu maka epidemiologi ini memusatkan perhatiannya pada distribusi penyakit
pada populasi (masyarakat) atau kelompok.
c.
Pendekatan ekologi
Frekuensi dan
distribusi penyakit dikaji dari latar belakang pada keseluruhan lingkungan
manusia baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Hal inilah yang
dimaksud pendekatan ekologis. Terjadinya penyakit pada seseorang dikaji dari
manusia dan total lingkungannya.
3.
Tokoh-tokoh epidemiologi
a.
William Farr
b.
John Snow
c.
Edwin Chadwik
d.
Jacob henle
e.
Robert koch
f.
Pasteur
4.
Tujuan dan manfaat Epidemiologi
Tujuan
Epidemiologi ( Risser dan Risser 2002, Gordis 2000, Gerstman 1998, Kleinbaum
et.al. 1982 adalah :
a. Mendeskripsikan Distribusi, kecenderungan dan
riwayat alamiah
suatu
penyakit atau keadaan kesehatan
populasi.
b.
Menjelaskan etiologi
penyakit.
c.
Meramalkan kecadian
penyakit.
d.
Mengendalikan distribusi penyakit dan masalah kesehatan populasi
Kegunaan / Manfaat Epidemiologi
Apabila epidemiologi dapat dipahami
dan diterapkan dengan baik, akan diperoleh berbagai manfaat yang jika
disederhanakan adalah sebagai berikut :
1. Membantu
Pekerjaan Administrasi Kesehatan.
Yaitu
membantu pekerjaan dalam Perencanaan ( Planning ) dari pelayanan kesehatan,
Pemantauan ( Monitoring ) dan Penilaian ( Evaluation ) suatu upaya kesehatan.
Data
yang diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan untuk
melihat apakah upaya yang dilakukan telah sesuai dengan rencana atau tidak
(Pemantauan) dan ataukah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau tidak
(Penilaian).
2. Dapat Menerangkan Penyebab Suatu Masalah Kesehatan.
Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan,
maka dapat disusun langkah – langkah penaggulangan selanjutnya, baik yang
bersifat pencegahan ataupun yang bersifat pengobatan.
3. Dapat Menerangkan Perkembangan Alamiah Suatu Penyakit.
Salah satu masalah kesehatan yang sangat penting adalah
tentang penyakit. Dengan menggunakan metode epidemiologi dapatlah diterangkan
Riwayat Alamiah Perkembangan Suatu Penyakit ( Natural History of Disease ).
Pengetahuan tentang perkembangan alamiah ini amat penting dalam menggambarkan
perjalanan suatu penyakit. Dengan pengetahuan tersebut dapat dilakukan berbagai
upaya untuk menghentikan perjalanan penyakit sedemikian rupa sehingga penyakit
tidak sampai berkelanjutan. Manfaat /
peranan epidemiologi dalam menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit
adalah melalui pemanfaatan keterangan tentang frekwensi dan penyebaran penyakit
terutama penyebaran penyakit menurut waktu. Dengan diketahuinya waktu muncul
dan berakhirnya suatu penyakit, maka dapatlah diperkirakan perkembangan
penyakit tersebut.
4. Dapat Menerangkan Keadaan Suatu Masalah Kesehatan.
Karena epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan
penyebaran masalah kesehatan, maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan
masalah kesehatan tersebut. Keadaan yang dimaksud di sini merupakan perpaduan
dari keterangan menurut cirri – cirri Manusia,
tempat dan Waktu.
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Nama :
Nim :
1.
Kesehatan adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomis.
2.
Kesehatan Masyarakat
Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni : mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha
Pengorganisasian Masyarakat“ untuk :
- Perbaikan sanitasi lingkungan
- Pemberantasan penyakit-penyakit menular
- Pendidikan untuk kebersihan perorangan
- Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
- Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat
adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan
masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.
Dari batasan kedua di atas, dapat disimpulkan bahwa
kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi,
ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial,
dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat.
3.
Sejarah Kesehatan Masyarakat
Berbicara kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh
metologi Yunani yaitu Asclepius dan
Higeia. Berdasarkan cerita Mitos Yunani tersebut Asclepius disebutkan
sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak disebutkan
sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya, tetapi diceritakan bahwa ia
telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan
prosedur-prosedur tertentu dengan baik.
Hegeia, seorang asistenya yang juga istrinya juga telah
melakukan upaya kesehatan. Bedanya antara Asclepius dengan Higeia dalam
pendekatan/penanganan masalah kesehatan adalah ;
a.
Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit),
setelah
penyakit
tersebut terjadi pada seseorang.
b.
Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan
masalah kesehatan
melalui “hidup seimbang”, seperti mengindari makanan/minuman yang beracun,
makan makanan yang bergizi (baik) cukup istirahat dan melakukan olahraga.
Apabila orang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan upaya-upaya
secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, anatara lain lebih baik
dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik, daripada dengan
pengobatan/pembedahan.
Dari cerita
dua tokoh di atas, berkembanglah 2 aliran/pendekatan dalam menangani masalah
kesehatan. Kelompok pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah
sakit), yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif/pengobatan. Kelompok ini
pada umumnya terdiri terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan
praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan fisik, mental maupun sosial.
Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya pendekatan Higeia, cenderung melakukan
upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadi penyakit.
Ke dalam kelompok ini termasuk para petugas kesehatan masyarakat
lulusan-lulusan sekolah/institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang.
Dalam
perkembangan selanjutnya, seolah-olah terjadi dikotomi antara kelompok kedua
profesi, yaitu pelayanan kesehatan
kuratif (curative health care), dan pelayanan pencegahan/preventif (preventive
health care). Kedua kelompok ini dapat dilihat perbedaan pendekatan :
a.
Pendekatan kuratif :
1) Dilakukan
terhadap sasaran secara individual.
2) Cenderung bersifat reaktif (menunggu masalah datang,
misal dokter
menunggu pasien datang di Puskesmas/tempat praktek).
3) Melihat dan menangani klien/pasien
lebih kepada sistem biologis
manusia/pasien hanya dilihat secara parsial
(padahal manusia terdiri
dari bio-psiko-sosial yang terlihat antara aspek satu
dengan lainnya.
b. Pendekatan preventif,
1) Sasaran/pasien adalah masyarakat (bukan perorangan).
2) Menggunakan
pendekatan proaktif, artinya
tidak menunggu masalah
datang, tetapi
mencari masalah. Petugas turun
di lapangan/masyarakat
mencari dan mengidentifikasi masalah dan melakukan tindakan.
3) Melihat klien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan
holistik.
Terjadiya penyakit tidak semata karena terganggunya sistem biologis
tapi aspek bio-psiko-sosial.
4.
Bagaimana konsep public health (
kesehatan masyarakat ).