Saturday, 3 January 2015

DARAH & PROTEIN PLASMA



BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang
berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme,
dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah
medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah..
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida  dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.
Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.
Peran mendasar darah dalam memelihara homeostasis dan mudahnya darah diperoleh memiliki arti bahwa penelitian terhadap konstituen darah sangatlah penting dalam perkembangan biokimia dasar dan biokimia klinis.
Perubahan jumlah berbagai protein plasma terjadi pada banyak penyakit dan dan dapat dipantau dengan elektroforesis atau prosedur lainnya yang sesuai.

B.   RUMUSAN MASALAH

1.    Ada berapa macam sel darah dan bagaimana sifat fisik serta peranannya dalam tubuh manusia.
2.    Bagaimana proses pembekuan darah?
3.    Gangguan apa saja yang bisa terjadi pada proses pembekuan darah?
4.    Sebutkan macam-macam protein plasma.
5.    Berapa batas normal protein plasma?
6.    Bagaimana perubahan protein plasma pada keadaan patologi pada penyakit tertentu?

C.   TUJUAN

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

1.    Untuk mengetahui ada berapa macam sel darah dan bagaimana sifat fisik serta peranannya dalam tubuh manusia.
2.    Untuk mengetahui proses pembekuan darah.
3.    Mengetahui gangguan apa saja yang bisa terjadi pada proses pembekuan darah.
4.    Untuk mengetahui macam-macam protein plasma.
5.    Untuk mengetahui batas normal protein plasma.
6.    Untuk mengetahui perubahan protein plasma pada keadaan patologi pada penyakit tertentu.






BAB II
PEMBAHASAN
A.   DARAH
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
1.    MACAM-MACAM  DARAH, SIFAT FISIK DAN PERANANNYA

a.    Sel darah merah ( eritrosit )

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/13/Redbloodcells.jpg
Sel darah merah atau eritrosit adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh darah kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.
Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

b.    Sel darah putih ( leukosit )

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/SEM_blood_cells.jpg/230px-SEM_blood_cells.jpg
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukemia sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukoponia.
 Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes.
Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.
Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit yaitu:
i)             Basofil
PBBasophil.jpg             Basophil.png
Basofil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.
ii)            Eosinofil

Eosinophil.jpg                        Eosinophil2.png
Eosinofil terutama berhubungan dengan infeksi parasit, dengan demikian meningkatnya eosinofil menandakan banyaknya parasit.
iii)           Neutrofil

PBNeutrophil.jpg                               Neutrophil.png
Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah.
Dan dua jenis yang lain tanpa granula dalam sitoplasma:
i)             Limfosit
Lymphocyte2.jpg                 Lymphocyte.png
Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Darah  mempunyai tiga jenis limfosit:
·         Sel  B: sel  B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. ( sel B tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem 'memori'.
·         sel  T: sel  T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.
·         Sel natural killer: sel natural killer adalah sel pembunuh alami  dapat membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.



ii)            Monosit

Monocyte.png
Monosit membagi fungsi "pembersih vakum" (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan: memberikan potongan pathogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.
c.    Keping-keping darah ( trombosit )

http://diaglab.vet.cornell.edu/clinpath/modules/heme1/images/pltclmp.jpg
Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada
orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor). Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.
Trombosit berfungsi untuk membekukan darah ketika terjadi luka atau perdarahan. orang yang terkena demam berdarah yang diserang adalah trombositnya, makanya untuk pasien yang sudah akut akan mengeluarkan darah dari lubang telinga/mulut.
2.    PROSES PEMBEKUAN DARAH
Proses pembekuan darah adalah:
Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut:
LUKA→1. Serotonin → vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah pada daerah luka)
 2. Tromboplastin → → protrombin → →trombin ion Ca 2+ & enzim trombokinase, Trombin → → Fibrinogen → → fibrin (benang-benang ananyaman) →→→proses pembekuan terjadi.
Pada saat kita terluka, ada 3 komponen yang langsung bereaksi mencoba menstabilkan susanannya lagi. Ketiganya ini bekerja secara bersamaan.
  1. Bagian vaskulär => begitu darah mengalir maka endohtel akan melakukan kontraksi secara reflek agar tidak banyak darah yang mengalir keluar.
  2. Sellulär => saat terjadinya luka, maka bagian permukaan di bawah endohtel (matrix yang mengandung kollagen) terbuka dan Thrombozyten mempunyai rezeptornya. Maka dia akan datang ke TKP, merubah dirinya dari bulat menjadi bentuk bintang dan menempel bagian yang bocor (adhäsion perlu batuan ADP), dibantu dengan van-Willendbrand faktor yang membentuk komplex bersama faktor VIII. Thrombozyten kemudian mengeluarkan isi granulanya, dalam hal ini serotonin mengakitbatkan kontraksi dari endothel. Untuk mencengah terjadinya aggregasi thrombozyten secara berlebihan maka endothel mengeluarkan NO dan Prostazyklin. Keduanya adalah Vasodilatator.
  3. Bagian plasma => tambalan dari Thrombozyten tidaklah stabil. Untuk itu diperlukan bantuan benang-benang Fibrin dari Fibrinogen. Pengaktifannya melalui limitierte Proteolyse (pemotongan sebagian kecil protein rantai, mrupakan jenis serinprotease, artinya di gugus aktif enzym ini mengandung serin, bukan serin-nya yang dipotong) oleh Thrombin. Trhrombin sendiri harus diaktifkan melalui 2 jalan:
  • Intrinsic jaringan luka kollagen terbuka (negatif beraliran) mengaktifkan faktor XII. Dari sini mulai signal kaskade yang nantinya mengaktivkan faktor X (prothrombinaktivator komplek). Jalannya ini sangat lambat makanya dibantu oleh Faktor VIII yang telah aktif.
  • Extrinsic berjalan lebih efektif, hanya dalam hitungan detik saat terluka dari jaringan sendiri mengeluarkan yang disebut dengan Thromboplastin. Faktor III mengaktifkan Faktor VII dan faktor VII mengaktifkan faktor X. Dari faktor sepuluh ini 2 jalan yang dulunya terpisah kita menyatu dalam satu tujuan. Faktor X terdiri dari Calzium ion, dari Thrombozyten faktor 3, Va. Barulah sekarang dengan limitierte proteolyse Thrombin bisa dibebaskan dari prothrombin (II), dipercepat oleh faktor Va. sekarang baru bisa dipotong Fibrinogen menjd Fibrin, sayangnya masih tidak stabil. Monomere fibrin harus berikatan kovalent dahulu dengan sesama. Agar stabil ini dibantu oleh Faktor XIIIa.

3.    GANGGUAN PEMBEKUAN DARAH

Gangguan pada proses pembekuan darah adalah hemofilia yaitu penyakit bawaan berupa kelainan pembekuan darah akibat defisiensi (kekurangan) faktor pembeku darah (protein plasma yang diperlukan untuk proses pembekuan darah)..
pada hemofilia berat, gejalanya sudah tampak sejak usia sangat dini. Bahkan dalam beberapa kasus, gejala sudah terlihat saat anak baru lahir. Di antaranya, perdarahan yang terjadi pada pusar bayi, tanda lebam di kedua bahu saat lahir, atau perdarahan yang disertai nyeri pada bagian sendi dan otot. Pada hemofilia sedang dan ringan, umumnya gejala terlihat pada saat dikhitan, gigi tanggal, atau tindakan operasi.
Hemofilia, biasanya diwariskan oleh gen dari orang tua. Gen adalah pembawa sifat tentang bagaimana sel tubuh itu akan berkembang seperti halnya bayi yang akan tumbuh menjadi dewasa. Gen ini juga yang akan menentukan warna rambut, warna mata seseorang..
Meski begitu, terkadang hemofilia dapat terjadi tanpa adanya riwayat keluarga si penderita, tapi karena kelainan gen dalam tubuhnya sendiri. Kasus semacam itu, disebut spoiradic hemofilia.
Jenis hemofilia yang paling umum disebut Hemofilia A. Ini berarti, penderita tidak mempunyai cukup faktor pembeku VIII. Selain itu, dikenal pula Hemofilia B di mana penderita tidak mempunyai cukup faktor pembeku IX. Akibatnya sama antara hemofilia A dan B di mana dapat terjadi perdarahan lebih lama dibandingkan perdarahan yang terjadi pada keadaan normal.

B.   PROTEIN PLASMA

Protein plasma sebenarnya adalah campuran kompleks yang mencakup tidak saja protein sederhana, tetapi juga protein terkonjugasi, misalnya glikoprotein dan berbagai tipe lipoprotein. Pemakaian teknik proteomik memungkinkan kita mengisolasi dan mengetahui karakter protein plasma yang sebelumnya tidak diketahui yang sebagian terdapat dalam jumlah sangat sedikit. Sehingga protein plasma bertambah.

1.    MACAM-MACAM PROTEIN PLASMA
a.         Albumin
Albumin adalah protein utama dalam plasma manusia dan membentuk sekitar 60 % protein plasma total. Di sintesis di hati, bersifat osmotic substance ( ikut mengatur distribusi cairan tubuh ). Kira-kira 40 % albumin berada dalam sirkulasi, selebihnya berada ekstravaskuler di jaringan-jaringan terutama otot, kulit dan intestin. Dan kira- kira 5 % albumin meninggalkan darah setiap jam dan di kembalikan ke dalam limfe melalui duktus thorasikus. 
Fungsi albumin yaitu untuk mengangkut berbagai zat ykni asam lemak bebas, bilirubin, kadar ion Ca. hormon steroid, triptofan darah, dan obat-obatan seperti penicillin G, dikumoral dan aspirin. Fungsi penting lainnya yaitu kemampuannya mengikat berbagai ligan. Ligan-ligan tersebut mencakup asam lemak bebas, kalsium, dan hormon steroid tertentu. Tampaknya berperan penting dalam mengangkut tenbaga ditubuh manusia.

b.       Globulin
Globulin  berfungsi untuk membina antibodi. Terdiri dari transferin, yaitu suatu glikoprotein dan disintesis di hati. Protein ini berperan sentral dalam atau metabolisme besi tubuh karena transferin mengangkut besi dalam sirkulasi ketempat-tempat yang membutuhkan besi, misalnya dari usus ke sumsum tulang dan organ lain.
c.         Fibrinogen
Merupakan prazat dari fibrin. Fibrinogen berfungsi untuk pembekuan darah jika terjadi luka atau darah berkontak dengan bagian pembuluh darah yang kesat.
d.         Globulin Gamma
Berhubungan erat dengan faktor immunitas, dan sering dikenal dengan immunoglobulin. Terrdiri dari 4 rantai polipeptida yang dihubungkan dengan ikatan disulfida dan merupakan polimer.

2.    BATAS NORMAL PROTEIN PLASMA
Total protein plasma darah berkisar antara 7-7,5 g % dengan rasio albumin  : globulin sebesar 1,2 : 1.
Di dalam protein terdiri dari:
Albumin         : 35-50 g/l
Globulin         : 18-32 g/l
Gammaglobin: 7-15 g/l
Fibrinogen    : 2-4 g/l
TOTAL            : 62-80 g/l

3.    PERUBAHAN PROTEIN PLASMA PADA KEADAAN PATOLOGI PADA PENYAKIT TERTENTU

a.    Albumin

Ø  Hiperralbuminimia, jarang terjadi
Ø  Hipoalbuminemia
·         Kekurangan gizi yang lama
·         Kehilangan protein yang bertlebihan, contohnya: sindroma nefrotik ( kebocoran glomerulus ginjal ), luka bakar
·         Idiopatik hipoproteinemia

b.    Globulin

Ø  Hiperalfaglobulinemia
Dihubungkan dengan demam akut, destruksi  jaringan, peradangan.
Ø  Hiperbetaglobulinemia
Dihubungkan dengan penimbunan lipid dalam tunuh
Ø  Hipergammaglobulinemia
Contohnya: limfoma dan karsinoma
Ø  Hipergammaglobulinemia dan agammaglobulinemia
Tidak adanya atau hampir tidak ada gammaglobulin dalam serum penderita.
Ø  Afibrinogenemia dan fibrinogenopenia
Sedikit atau tidak adanya fibrinogen


  

BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN

Struktur dan fungssi sel darah merah sangatlah sederhana dan terutama tersusun atas larutan pekat hemoglobin yang dikelilinsi oleh suatu membran. Begitupun dengan sel darah putih dan keping darah yang  memiliki struktur dan fungsi yang sederhana namun bebeda.

B.   SARAN
Berbagai sel darah dipelajari secara intensif karena mudah diperoleh, peranannya yang penting, dan keterlibatannya dalam banyak proses penyakit. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan mampu mengetahui tentang peranan berbagai macam sel darah yang ada pada tubuh manusia.












DAFTAR PUSTAKA

Murray, Robert K, dkk. 2006, Biokimia Harper. Jakarta: EGC.
Sumber Lain:     
http://www.google.com/darah dan macam sel darah.







No comments:

Post a Comment